Rabu, 04 Februari 2009

Pendidikan murah bisa iya

Ketika mimpi-mimpiku berkembang; Untuk anak-anaku syukurilah yang telah kau dapatkan, sebentar lagi cita-citamu menjadi anak soleh dan salehah pasti tercapai Amin ya Rab.
Saya adalah manusia biasa yang bekerja dengan kemampuan yang ada dan terbatas, namun Alhamdulillah dapat menyisihkan sedikit-sedikit untuk pendidikan anak-anaku, anaku pertama duduk di kelas IX SMP dan yang kedua di kelas IV SD, menyimak pendidikan saat ini terutama di Jawa Barat rupanya janji Pak Gubernur tentang sekolah murah tidak teringkari, SPP untuk SD dan SMP dihapuskan, angka 20% untuk Anggaran Pendidikan telah terpenuhi oleh SBY dan JKnya rasanya melegakan hati, walaupun dada ini masih terasa sesak menghadapi serangan mahalnya harga sebuah kehidupan yang memukuli bertubi-tubi dengan ganas, garang dan brutal banyak korban bergelimpangan, dan aku mencoba memasang kuda-kuda kokoh untuk menghadapinya karena dari dulu hingga sekarang selalu belajar ilmu bela diri dengan jurus Iman kepada Allahku yang maha penolong hingga kini aku masih belum menjadi korban keganasan kehidupan kita ini, untuk berkelit menghindari serangan hanya sabar dan tawakal membawa do'a; salah satu pukulan lawan yang telah melemah adalah pukulan dari jurus pendidikan dan kita harus bersyukur hanya karena Allah yang telah mendengar do'a-do'a kita yang mulai kelelahan dan hampir terkulai, ya Rabbi jangan tinggalkan kami... amin.
Anggaran pendidikan 20% telah disalurkan di berbagai sekolah dengan segala program dan aturan mainnya untuk meringankan para orang tua murid, dan sekolahpun berpikir keras bagaimana mengeluarkan kebijaksanaan untuk membebani orang tua murid agar dapat berkelit dan tidak berbenturan dengan peraturan penggunaan anggaran tsb. karena sekolahpun mempunyai musuh yang sangat berat yaitu kualitas dan tanggung jawab moral para pengajarnya jika anak muridnya gagal dalam melompati pagar UN, karena paradigma pendidikan murah pasti parah belum 100% punah. 
Segini juga Alhamdulillah ya Allah, tapi bagai mana untuk anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah?, karena ketakutan dari orang tuanya atau hal-hal lain yang ujung-ujungnya pasti biaya, dengan asumsi sedikit banyaknya PASTI ada biaya karena dana pendidikan 20% itu kan hanya sampai sekolah dan anak-anak ini ada diluar sekolah,  di beberapa tempat ada yang telah memiliki sekolah yang 100% gratis lahir bathin hanya karena jiwa besar segelintir orang berbudi yang mencoba mengabdi, tapi masih dibeberapa tempat saja, bagaimana selanjutnya dan selanjutnya dst.nya.
Ada ide yang lewat dan aku coba tangkap untuk menyiasati atau mengakalinya jika saja pemerintah mengawali dengan mencetak buku paket dari kelas 1 s/d 12 gratis yang dibagikan kepada mereka anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah (melalui survei tentunya), dan kemudian berdayakan Karang Taruna, Remaja Masjid, Organisasi-organisasi sosial, Pegawai Negeri, Guru-guru atau siapa saja dilingkungannya untuk dapat mengajari mereka dengan waktu yang sangat-sangat fleksibel, itu ditingkat RT/RW. untuk ditingkat Desa, bentuk Organisasi Guru Desa yang terdiri dari para Guru yang ada didesa tsb. untuk dapat memantau dan memberikan bimbingan/pengarahan kepada para pengajar, karena guru yang sebenarnya pasti berbeda kemampuan dan ilimunya dengan para pengajar guna meningkatkan kualitas anak didiknya, evaluasi pun datangnya dari organisasi ini dalam bentuk ulangan-ulangan yang materinya jelas standar sekolahan dan sesuai dengan tingkatan anak-anak tsb. hingga ke pembagian raportnya, untuk dananya aku kira bisa dari berbagai macam cara karena tidak akan terlalu besar, kalaupun diajukan ke PEMDA pun bisa jadi, kegiatan Guru Desa ini akhirnya mengarahkan anak-anak tsb. untuk bisa Ujian Nasional persamaan yang diikutkan ke sekolah-sekolah yang ada dilingkungannya dengan catatan tidak ada perbedaan antara murid yang duduk di bangku sekolah dengan murid yang tidak duduk dibangku sekolah sehingga sampailah mereka menjadi mereka yang sedikit terdidik, memiliki harapan temaram yang berkabut tidak gelap gulita.
Itulah mimpi-mimpiku hari ini, dengan maksud untuk tidak menggurui karena ini hanya mimpi, namun aku sangat butuh koreksi, sulitkah pelaksanaannya atau ada kendala apakah jika seperti ini aku belum mendapatkan mimpinya.
Duh Rabbi runtuhkanlah kesombonganku, runtuhkanlah takaburku, runtuhkanlah serakahku untuk dapat merendahkan diri dihadapan MU ya ALLAH .......... AMIN